Stok Solar Lagi Menipis Hiswana Migas menghimbau Warga Tak lagi Menimbun

Stok Solar Lagi Menipis Hiswana Migas menghimbau Warga Tak lagi Menimbun

 

Redaksi – Deteksi

Jember(mediadeteksi.com) – 8/11/2025Menipisnya stok biosolar di Jember menipis membuat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Besuki bersama Pertamina memperketat pengawasan distribusi agar kuota solar tetap cukup hingga akhir tahun.

Ketua Bidang BBM Hiswana Migas Besuki, Wahyu Prayudi Nugroho, meminta masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan dan membeli biosolar sesuai kebutuhan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menimbun, karena saat ini kami sedang mengatur kuota biosolar agar stoknya cukup sampai akhir tahun,” ucapnya, Jumat (7/11/2025).

Wahyu menjelaskan, seluruh SPBU di Kabupaten Jember telah diinstruksikan untuk menjalankan penjualan sesuai aturan, terutama bagi konsumen BBM bersubsidi seperti biosolar maupun pertalite.

“Biosolar dan pertalite adalah BBM bersubsidi, jadi wajib mengikuti aturan yang berlaku, salah satunya penggunaan barcode sesuai dengan nomor kendaraan,” ucapnya

Wahyu menekankan agar operator SPBU lebih teliti dalam memeriksa barcode dan nomor polisi (nopol) kendaraan sebelum melayani pembelian. “Jika barcode tidak sesuai dengan nopol kendaraan, maka pembelian seharusnya tidak dapat dilayani,” tegas politisi PDIP itu. Selain itu, SPBU juga diminta menolak pembelian berulang yang mencurigakan untuk mencegah penimbunan dan penyalahgunaan subsidi.

Pihaknya bersama Pertamina menerapkan sistem manajemen penjualan harian di setiap SPBU agar distribusi biosolar lebih merata. “Setiap SPBU sudah diberi kuota harian, misalnya 8.000 liter per hari, sehingga penjualannya diatur, sebagian dijual pagi hari dan sebagian lagi sore hingga malam agar stok tetap ada,” jelas Wahyu.

Menurutnya, antrean di beberapa SPBU masih dalam batas wajar dan tidak separah kelangkaan BBM yang terjadi pada pertengahan tahun lalu. “Antrean terjadi di SPBU dengan lahan terbatas seperti di kawasan perkotaan, tapi tidak berlangsung lama,” tambahnya.

Wahyu juga mengingatkan masyarakat yang memiliki kendaraan dengan spesifikasi tinggi agar beralih menggunakan BBM non-subsidi. “Kami sarankan bagi kendaraan dengan spesifikasi tinggi dan bukan penerima subsidi untuk menggunakan Pertamina Dex yang tersedia di SPBU,” pungkasnya.

Sales Branch Manager Pertamina Jember Hendra Saputra menyebutkan, sampai awal November ini, kuota biosolar di Jember tinggal 20 persen dan pertalite 30 persen. “Masih aman sekali untuk pertalite khususnya. Tapi memang yang sudah rada tipis itu di biosolar,” katanya saat diwawancara. Hendra mengatakan, sangat memperhatikan netul ketersediaan biosolar karena menyangkut dengan logistik. Pertamina, tambahnya, mengatur pengiriman di sisa kuota jelang akhir tahun agar tetap cukup. “Karena kalau SPBU jual di luar kuota yang tersedia, berarti SPBU bisa tidak jualan, kasihan. Kami mengikuti kuota yang ada,” tuturnya.

administrator

Related Articles