Redaksi – Media Deteksi
Jakarta, 19 Februari 2026 — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Agrinas Pangan Nusantara mengunci kontrak jumbo pengadaan lebih dari 105.000 kendaraan komersial dengan dua produsen otomotif raksasa asal India, Mahindra dan Tata Motors. Kesepakatan ini disebut sebagai rekor ekspor terbesar sepanjang sejarah Mahindra sekaligus order terbesar Tata Motors di kawasan Asia Tenggara.
Pengadaan armada skala besar tersebut ditujukan untuk memperkuat logistik pedesaan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang berperan menopang rantai pasok serta ketahanan pangan nasional.
Dalam kontrak tersebut, Mahindra akan memasok 35.000 unit Scorpio Pik Up yang diproduksi di pabrik Nashik, India. Pengiriman dijadwalkan mulai berlangsung pada 2026.
CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyatakan bahwa penempatan Scorpio Pik Up dalam proyek koperasi akan memperkuat fondasi logistik nasional, khususnya dalam menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien.

“Dengan menempatkan Scorpio Pik Up sebagai bagian dari Koperasi, kami memperkuat fondasi logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar dengan lebih efisien,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan bahwa volume kemitraan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap ekspansi global Mahindra.
“Pik Up kami dirancang untuk beroperasi dalam kondisi yang keras sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin. Volume yang dialokasikan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional kami,” tambahnya.
Mahindra menyebut pesanan 35.000 unit tersebut bahkan melampaui total volume ekspor yang dicapai perseroan pada tahun fiskal 2025, menjadikannya tonggak penting dalam ekspansi global perusahaan.
Sementara itu, Tata Motors mengamankan pesanan 70.000 kendaraan komersial yang terdiri dari 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck. Seluruh unit akan disalurkan melalui anak usahanya di Indonesia, PT Tata Motors Distribusi Indonesia, sebelum diteruskan kepada Agrinas.
Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menyatakan kontrak ini mencerminkan meningkatnya penerimaan kendaraan komersial India di pasar global.
“Pesanan ini mencerminkan penerimaan yang terus berlanjut terhadap kendaraan komersial India di pasar internasional dan kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan mereka untuk beroperasi secara andal di berbagai kondisi,” katanya.
Tata Motors juga menekankan bahwa proyek ini akan mendukung agenda pembangunan Indonesia, khususnya dalam memperkuat konektivitas pedesaan, distribusi hasil panen, serta ketahanan ekonomi desa.
Secara operasional, armada kendaraan tersebut dirancang untuk mengangkut hasil panen dari petani menuju koperasi dan pasar. Kendaraan telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, mulai dari jalan pedesaan yang kasar hingga jalur pertanian, dengan efisiensi biaya operasional sebagai pertimbangan utama.
Langkah Agrinas mengimpor kendaraan komersial dalam jumlah besar dari India menandai percepatan modernisasi rantai pasok pertanian nasional. Namun, skala pengadaan yang menembus lebih dari seratus ribu unit juga memunculkan pertanyaan lanjutan terkait transparansi nilai kontrak, sumber pembiayaan, serta dampaknya terhadap industri kendaraan niaga domestik yang telah memiliki kapasitas produksi di dalam negeri.
