Sutikno – Deteksi
Bondowoso, (mediadeteksi.com) – Kurang 6 bulan jelang Pilkada serentak nampaknya Kabupaten Bondowoso yang nampaknya masih dinamis sudah mulai nampak percikan serta gesekan politik.
Tak hanya di warung warung kopi obrolan pilkada nampaknya mulai hangat. Pasalnya tokoh politik dari PKB yang sudah 4 kali periode menjabat Ketua DPRD disinyalir tidak ikut mencalonkan diri pada kontestasi pilkada Nopember mendatang.
Meskipun belum mendapat SK rekomendasi dari PKB pusat nampaknya dari partai PKB sudah mengusulkan Ra Hamid dengan H Tohari (Ratoh).
Tak bisa dipungkiri para pelaku politik baik dari PKB sendiri dan simpatisannya banyak yang kecewa karena H. Ach. Dhafir pujaannya tidak maju pada pilihan Bupati mendatang.alhasil obrolan warung kopi pun berkembang mulai dari kekecewaan serta isu bukan putra daerah berkembang.
Sumber kuat Deteksi news mendapati beberapa pertemuan beberapa Kepala desa serta anggota legislatif nampaknya memiliki figur baru yang akan di tampilkan, seperti juga disampaikan kepada Deteksi ” tolong jangan ekspos nama saya sebelum deklarasi ,Insya Allah lrbih dari 60 kepala desa serta beberapa anggota legislatif serta tokoh masyakat Bondowoso akan segera mendeklarasikan Putra daerah Bondowoso untuk maju di kontestasi Pilkada Nopember mendatang.
Dari beberapa pertemuan kami sudah sepakat H. Kusnadi yang juga Kepala Desa Rejo agung kecamatan Sumber wringin untuk maju mewakili kami pada penghelatan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati mendatang.” Tegasnya.
Siapa H Kusnadi ? Beberapa pakar politik menyatakan kalau Kepala Desa Rejoagung itu tidak bisa dipandang sebelah mata , kalau betul dia maju maka pantaslah kalau di sebut kuda hitam dalam percaturan pilkada mendatang. Reputasi politik serta kiprahnya di Kabupaten ini tidak di ragukan lagi bahkan beberapa tokoh menyatakan kalau lebih separuh Kades dan legislatif bisa saja bisa berbalik arah mendukung H. Kusnadi” tuturnya
