Alynda – Deteksi
Bondowoso, (mediadeteksi.com) – Seperti diketahui bersama program Abeg rembek (Musyawarah) PJ Bupati Bondowoso di beberapa desa justru menuai protes keras dari Legislatif juga beberapa ormas.
Komentar Sutriyono legislator kondang dari FPKB yang menyatakan kalau acara abeg rembeg PJ itu ranah dari Legislatif di saat reses, dikatakan oleh Sutriyono kepada media kalau PJ harus nya fokus melaksanakan proyek 2024 dengan serius dan hal tersebut juga di tegaskan oleh ketua DPD Partai Golkar Ady Kriesna yang menyapaikan pesannya agar PJ Bupati lebih fokus melaksanakan program Pemerintah yang sudah diamanatkan.
Hiruk pikuk terkait dugaan PJ Bupati Bondowoso melakukan pencitraan Politik demi membangun elektabilitasnya dikancah kontestasi Pilkada 27 Nopember Mendatang , Ketua DPRD 4 periode H. Achmad Dhafir menyampaikan, ” Pada dasarnya membangun elektabilitas politik itu sah sah saja. Namun demikian tidak memanfaatkan APBD maupun dana taktis lainnya dimana PJ saat ini sangat memungkinkan karena sedang menjadi penguasa atas anggaran Pemerintah. Namun begitu acara abeg rembeg yang di alokasikan lewat dana Bagi hasil cukai itu memang kurang memenuhi azas kepatutan mengingat acara serap aspirasi masyarakat itu sebenarnya sudah dilakukan oleh legislatif sementara acara aspirasi masyarakat juga sudah dilakukan oleh Pemerintahan desa lewat Musrenbangdes , lantas arah acara beg rembeg itu tujuannya kemana ?
” Masalah perbaikan jalan rusak yang di skenario dengan alibi pengaduan masyarakat lantas di perbaiki dengan seketika itu malah menjadi lucu karena pada dasarnya itu sudah di anggarkan pada tahun 2023 lalu. Tidak bisa eksekutif itu dengan seenaknya memindahkan lokasi anggaran yang sudah ditetapkan” paparnya
