Mukit – Media Deteksi
Situbondo — Warga Kampung Mimbo, RT 002 RW 003, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, digegerkan oleh suara ledakan keras yang terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 12.08 WIB.
Ledakan tersebut berasal dari rumah milik seorang warga bernama Bu Kulsum, yang juga dikenal dengan panggilan Bu Samsul. Dentuman keras terdengar hingga radius cukup jauh dan membuat warga sekitar panik serta berhamburan keluar rumah.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, ledakan diduga berasal dari mercon (petasan). Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Akibat peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Supriyadi (50). Jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas bersama warga untuk penanganan lebih lanjut.

Selain korban meninggal, sejumlah warga mengalami luka-luka, mayoritas luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda. Data korban luka sementara sebagai berikut:
Bu Kulsum alias Bu Samsul (60) mengalami patah kaki kanan akibat tertimpa material bangunan.
Samsul (22) mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuh, Riko (25) mengalami luka bakar, Abdur (15) mengalami luka bakar, Fais (20) mengalami luka bakar, Fino (15) mengalami luka bakar.
Seluruh korban luka telah mendapatkan pertolongan dan sebagian dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat guna menjalani perawatan intensif.
Ledakan juga menyebabkan kerusakan pada permukiman warga. Dari hasil pendataan sementara, terdapat tujuh rumah terdampak, dengan rincian satu rumah rusak parah, yakni rumah yang menjadi pusat ledakan.
Enam rumah rusak ringan, meliputi pecahnya kaca, keretakan dinding, dan kerusakan bagian atap. Petugas gabungan bersama masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi korban, pembersihan puing, serta pengamanan lokasi kejadian.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian dan petugas terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut. Petugas juga melakukan pendataan terhadap korban serta kerusakan bangunan di lokasi kejadian. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi hingga proses evakuasi dan penyelidikan selesai dilakukan.
