Redaksi – Deteksi
Tulungagung(mediadeteksi.com) – Selama periode tahun 2024, setidaknya ada 6 kepala desa di Tulungagung yang harus berhadapan dengan hukum atas kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor). Dimana tiga diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung.
Diketahui dua kades menjadi saksi dari proses penyidikan kasus dugaan tipikor di desanya. Satu Kades lainnya dicegah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berpergian ke luar negeri lantaran telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama.
Pertama, Kades Rejotangan
Andhi Mutojo, Kades Rejotangan, Kecamatan Rejotangan tersandung kasus dugaan korupsi Bantuan Keuangan tahun 2021. Diketahui anggaran yang mengucur dari APBD Pemkab Tulungagung senilai Rp175 juta ini, digunakan Andhi untuk menutup hutang anaknya yang gagal mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif di tahun 2019.
Kini perkara kasus ini telah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. Dimana Andhi Mutojo telah ditahan oleh Kejari pada tanggal 7 Mei 2024 lalu.
Kedua, Kades Batangsaren
Ripangi, Kades Batangsaren Kecamatan Kauman, telah ditahan oleh Kejari Tulungagung pada tanggal 8 Agustus 2024. Dimana Ripangi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi keuangan desa senilai Rp 780 juta.
Selain Kades Batangsaren, Komuroji Sekretaris Desa Batangsaren juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tulungagung.
Diketahui terdapat sejumlah modus dalam penyelewengan dana desa pada kasus ini. Adapun seperti uang sewa aset tanah desa yang tidak disetorkan. Yang mana uang sewa tersebut masuk menjadi pendapatan desa justru digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi.
Ketiga, Kades Tambakrejo
Suratman Kades Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol ditahan pada tanggal 18 September 2024. Dimana Suratman ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi keuangan desa tahun anggaran 2020 hingga 2022. Diketahui kerugian negara atas dugaan kasus korupsi ini senilai Rp 721 juta.
